Home » , » Kebiasaan Sehat Penulis

Kebiasaan Sehat Penulis

"Kebiasaan menjadi penulis yang baik"
 "Saya selalu naik sepeda kalo buntu"
" Baca buku dan nonton film siapa tahu dapat ide"
" Tidur lebih awal bangun subuh dan nulis sampai pagi"
 "Baru bisa nulis Kalau pakai mesin tik gak tau kenapa"
" Dengerin lagu sentimentil"
" Sering datang ke perpustakaan atau kalau ada duit ya beli buku"
" Pokoknya semua harus rapi tenang dan nyaman"
 "Kalau anak-anak sudah tidur Nah itu waktu saya nulis"
" Kalau ada makanan dan minuman lengkap baru bisa nulis"
 "Saya mesti puasa dulu"

Setiap penulis dan mereka yang merintis profesi sebagai penulis pasti punya kebiasaan. Ketika menulis, entah itu kebiasaan yang memang sering dilakukan atau perilaku khusus yang sifatnya mendadak saja ketika ingin menulis. Misalnya, saya menemukan ada penulis buku yang semua karyanya muncul bukan dari mengetik di komputer melainkan menulis dengan tangan di kertas atau buku.
Cara ini menurutnya sangat ampuh untuk menghasilkan sebuah karya. Bagi orang lain, mungkin ini terdengar rada aneh; masak di era canggih Begini masih ada orang atau  penulis yang kerjaannya ditulis dikertas dulu dan baru dipindahkan ke komputer, buang-buang waktu namanya.  Namun dari tulisan kertas Itulah sang penulis tadi  menghasilkan ulasan buku dan ratusan karya cerita pendek yang dimuat di koran koran nasional. Atau teman penulis lain Kebetulan tinggal nya beda Kelurahan dengan rumah tinggal saya. Dia juga punya kebiasaan tersendiri.  Tiap sore dia pasti main bola. Entah itu sedang hujan atau tidak. Akhir pekan si penulis ini naik sepeda sampai ke Bogor yang jaraknya bisa puluhan kilometer dari rumahnya.
Setelah itu malamnya dia baru bisa menulis skenario sinetron, novel, dan beberapa karya fiksi untuk Majalah remaja. Namun ada kebiasaan yang sama antara saya dan penulis satu ini, yaitu sama-sama suka nonton film India dan sama-sama mengeluarkan air mata kalau sedang nonton film dari negeri Hindustan tersebut.    Apalagi saat adegan romantis.  Kalau ada pohon langsung bisa nari kita.
Tapi itulah namanya kebiasaan. Kebiasaan bagi penulis yang memang berbeda-beda dalam prakteknya. Kebiasaan ini secara sadar atau tidak telah membentuk karakter diri penulis, mempengaruhi kualitas hasil tulisannya, dan tentu saja menjadi pola baku sang penulis ketika menghasilkan sebuah karya.
 Saya sangat percaya, mereka atau penulis yang memperturutkan emosi negatif nya dan suka marah-marah pasti akan menghasilkan sebuah karya yang melukiskan suasana tersebut. Begitu juga sebaliknya mereka penulis yang senang bertutur baik selalu instropeksi diri, sering sholat tahajud, puasa, hingga tilawah, akan menghasilkan sebuah karya yang tinggi nilai ruhiyahnya. Sebuah karya tidak bisa dipisahkan dari gambaran penulisnya secara utuh. Sebuah karya akan dipertanggungjawabkan di hadapan publik oleh sang penulis, baik secara etika, moral, ataupun kualitas.  Dan ground menjadi musuh besar kalangan gereja karena menulis Da Vinci Code dan dianggap sebagai karya terburuk yang melukiskan sejarah ketuhanan gereja sehingga filmnya yang dibintangi Tom Hanks pun mendapatkan kecaman dan pelarangan edar di beberapa negara. Dan Yakinlah, jika Ketika menulis karya tersebut dan Brown adalah seorang kardinal yang tinggal dan melayani urusan gereja di Vatikan tentu buku Da Vinci Code akan nyaris bertolak belakang dari yang beredar sekarang. Soal kebiasaan penulis ini memang diungkap oleh Judy Reeves dalam situsnya www.judyreeveswriter.com.

Ada 10 kebiasaan yang membuat seseorang menjadi penulis yang hebat.
1. eat healthfully
Tubuh dan panca indra adalah medium yang akan digunakan seorang penulis. Maka, berikanlah asupan gizi,  makanan sehat, dan pola makan teratur untuk tetap menjaga kesehatannya. Makanan yang sehat akan membantu meningkatkan stamina, kekuatan dalam menulis, dan mengasah kepekaan. Ketika makan jeruk misalnya, Jangan hanya merasakan bahwa jeruk ini manis, tetapi nikmati rasa itu di lidah, rasakan sensasinya, dan lihatlah tekstur dari kulit jeruk tersebut; siapa tahu bisa mendapat ide dari hal itu.

2. be physical
  Stamina yang baik dan kuat sangat diperlukan.  Banyak penulis yang menghabiskan berjam-jam waktunya Hanya duduk didepan komputer dan memandang layar komputer dengan jarak yang teramat dekat dalam waktu yang juga lama. Jagalah kesehatan, lakukan olahraga teratur. Jangan berharap Anda akan menjadi penulis sukses jika anda sendiri sakit-sakitan. Baru duduk di depan komputer saja sudah sakit pinggang. Baru lihat layar komputer saja sudah pusing. Atau baru mengetik saja jarinya sudah keseleo.

3. laugh out loud
 Lepaskan emosi yang ada di dalam diri anda,  jangan menekannya sehingga mengakibatkan stress. Tertawalah sepuasnya karena dengan tertawa anda akan bisa menghilangkan stress dari pekerjaan menulis. Atau jika tidak, mainlah dengan anak anda, jalan-jalan dengan rekan kerja atau sahabat, nonton film, sholat sunnah, ngobrol dengan orang lain atau minimal dengarkan musik musik yang bisa membangkitkan semangat anda.

4. read
 Membaca adalah syarat mutlak menjadi penulis yang andal. Semakin banyak bahan bacaan yang dilahap, maka semakin banyak kosakata, ritme kata, atau kalimat yang memperkaya perbendaharaan di perpustakaan otak anda. Bacalah dalam 2 level yang berbeda, baik sebagai seorang pembaca maupun sebagai seorang penulis. Pelajari Bagaimana penulis lain menggunakan bahasa, bagaimana mereka mengonstruksi situasi.

5 cross-fertilize
 Tidak ada salahnya untuk sesekali menyeberang dari kebiasaan Anda menulis. Mungkin Anda bisa melakukan kegiatan melukis, menonton teater, bernyanyi, mendaki, naik sepeda, bahkan bisa saja memasak. Dengan demikian, anda akan merasakan sensasi yang lain. Percayalah, jika anda selalu menulis dan tidak pernah mengerjakan pekerjaan lain,  titik klimaks kejenuhan akan melanda anda dan bisa saja malah bosan menulis hingga akhirnya berhenti.

6. practice spirituality
Jangan lupakan kehidupan spiritual anda. Berdoa sebelum menulis, Berhenti sejenak ketika panggilan sholat Bergema, atau pergi ke tempat ibadah. Ini akan membuat emosi spiritual anda terasah dengan baik dan mengembalikan niat awal Anda menulis sebagai sarana untuk berbagi kepada orang lain.

7. pay attention
 Asah kemampuan anda untuk memperhatikan segala sesuatu secara detail. Lihatlah Bagaimana tekstur dan warna daun jambu yang tumbuh di halaman tetangga. Merasakan dinginnya air yang mengalir di sungai, arak-arakan awan di langit, indahnya bunga, kreatifitas iklan iklan di televisi. Lihatlah dengan seksama Bagaimana kebiasaan orang di dalam bus, ketika menunggu kereta, menyeberang, atau mengendarai sepeda motor.

8. give back
 Lakukanlah hal hal baik dalam kehidupan anda. Bantulah tetangga yang sedang kesulitan, misalnya dengan membagi sayur atau lauk pauk yang Anda masak. Kembangkan senyum Anda kepada orang lain, meskipun orang tersebut bukan yang anda kenal. Buang sampah pada tempatnya, tanamlah pohon untuk kehijauan dunia, hemat menggunakan air dan listrik. Berbuat baik akan mengasah kepribadian seorang penulis agar menjadi penulis yang baik pula.

9.  connect with another writer
Jangan menganggap bahwa anda yang sudah menerbitkan buku adalah seorang penulis hebat. Bergaullah dengan orang atau penulis lain, berdiskusi dengan rekan seprofesi, ikuti milis,  datangi peluncuran buku penulis lain, hadiri seminar kepenulisan, atau menelepon rekan-rekan penulis, menyambung hubungan pertemanan dengan sesama penulis akan membawa manfaat yang luar biasa / karier kepenulisan anda.

10. write
 Menulislah! Kapan saja, dimanapun, setiap hari, di berbagai tempat, dalam keadaan apapun. Jangan sampai Anda melewatkan hari tanpa menulis. Hargai profesi anda dan Lakukan yang terbaik bagi profesi anda.

0 komentar: