Home » , , , » Ketika Tulisan Purna-edar: Komunikasikan buku anda

Ketika Tulisan Purna-edar: Komunikasikan buku anda


(dari buku A Guide For Writerpreunership)

Yup, ternyata persoalan menulis itu bukan hanya persoalan naskah jadi-diserahkan ke penerbit- dan melihat buku kita mejeng di rak buku! Di sadari atau tidak, tanggung jawab penulis penulis berhenti ketika buku sudah ‘diambil’ oleh penerbit. Entah itu dengan royalti dan apalagi dengan beli putus.
Ternyata, penulis juga masih punya tanggung jawab besar ‘memasarkan’ buku tersebut. Memang sih, urusan pemasaran-dalam artian pemasaran tradisional-, yaitu menjual produk, merupakan urusan penerbit. Tetapi, ada bagian kecil lainnya yang itu juga memerlukan keterlibatan seorang penulis.
Apa itu?
Jawabannya cukup ringkas: KOMUNIKASI PEMASARAN.
Yup, ini berkaitan dengan aspek mengomunikasikan buku tersebut ke khalayak, atau istilahnya menjual informasi ke konsumen. Ini yang sering terlewatkan oleh penulis. Tidak mengherankan apabila banyak buku tidak terserap dengan baik di pasar karena:
Publik tidak tahu bahwa ada buku baru yang anda tulis dan terbitkan.
Publik yang memerlukan informasi atau bahan bacaan tertentu bahwa buku anda bisa dijadikan referensi.
Publik yang punya uang dan hobby membeli/mengoleksi buku, tidak tahu uangnya mau dibelikan buku yang mana dan bisa jadi buku andalah yang sebenarnya bagus.
So, tak pelak lagi bahwa urusan komunikasi pemasaran yang penulis lakukan adalah tidak semata-mata menginformasikan saja bahwa ada  buku baru yang terbit, tetapi juga meyakinkan publik bahwa buku yang dihasilkan memang bagus, sangat bagus, dan teramat sangat bagus.
Saya jadi ingat dengan seorang teman. Dari seorang penulis. Setiap bepergian ke mana saja. Tidak lupa teman itu membawa tas. Dan di dalam tas itu ada belasan buku yang telah ditulisnya dan telah diterbitkan. Nah, setiap ada pertemuan, sang penulis ini menawarkan buku-buku tersebut kepada orang lain. Setelah bukunya laku dan habis, sang penulis membeli langsung dari penerbitnya untuk dijual kembali.
Hemh, sebuah upaya yang cukup sederhana, namun ampuh mengampanyekan produk.
Ada beberapa cara melakukan pemasaran terhadap buku anda.
Sebar melalui email. Agar tidak dianggap spam dan kesannya jual buku, ya buatlah isi email yang rada-rada unik. Misalnya, anda bahas dulu masalah tertentu beberapa paragraf, barulah setelah itu selipkan jualan anda.
Sekarang Zamannya SMS murah, nah kirimkanlah informasi buku-buku anda ke list number di daftar telepon genggam.
Ada baiknya anda memanfaatkan situs jurnal pribadi gratis seperti blogspot, wordpress, blogdrive, dll. Pasang cover anda sehingga setiap pengunjung yang mengeklik situs jurnal pribadi gratis anda akan langsung melihat buku tersebut.
Jika punya messenger, manfaatkan sebaik-baiknya. Gunakan send to all atau setidaknya posting status messeenger anda tentang informasi buku anda.
Kalau buku anda sifatnya how to, lebih baik lagi dibuat pelatihan atau workshop saja. Ada banyak penulis yang melakukan hal itu, misalnya saya dengan buku menjadi penulis TOP BGT, Bayu Gawtama dengan buku Berhenti Sejenak, dan lain sebagainya.
Bikin selebaran, fotokopi, dan ditempel di mading sekolah atau papan informasi kampus.
Dan masih banyak lagi ….
Kelihatannya memang remeh, tetapi apakh anda yang telah menulis buku dan diterbitkan, sudah pernah melakukan komunikasi pemasaran produk anda?

0 komentar: