Home » , , , » Finishing: Retorika Cinta Dalam Senja

Finishing: Retorika Cinta Dalam Senja

Syukur alhamdulilah kami panjatkan selalu terhadap limpahan nikmat dan rakhmat Allah SWT atas terbitnya buku kumpulan dari anak muda yang telah berani untuk bersastra. Kita tau bahwa dunia sastra merupakan dunia yang ‘terasing’ bagi para anak muda zaman sekarang, saat ini mereka lebih disibukan dengan aktivitas ke alay-an dan gadget nya. Mereka terjebak dalam rutinitas yang tanpa batas, artinya rutinitas dalam kelas akan membuat mereka ‘malas’ berkarya, apalagi untuk bersastra. 
Dunia sastra hingga saat ini masih terus beruasah bangung dari keterasingannya, sebab tidak banyak serpihan mozaik-mozaik anak muda yang masih menjunjung tinggi dunia sastra. Namun tanpa sadar mereka sebenarnya sering bersentuhan dengan dunia sastra. Salah satu contohnya adalah ketika kita melihat status dimedia sosial sebagian dari mereka, entah itu di facebook, twitter, path dan media sosial yang lainnya, status mereka rata-rata puitis dan penuh ‘mistis’, karena banyak dari mereka menuangkan alam pikiran distatus sosialnya, dan banyak kata sajak-sajak mengalir tanpa mereka merasa.
Ada keinginan untuk menyatukan puisi-puisi anak muda yang mau bersastra kedalam sebuah buku kecil, untuk mengumpulkan itupun tidak mudah karena membutuhkan waktu yang sedikit menguras tenaga. Hanya mereka yang mau berdamai dengan masalah-masalah dikelas, karena mereka disatu sisi harus berkutat pada pelajaran dan tugas yang jelas segudang jumlahnya. Mereka mencoba berolah sastra, belajar menulis puisi serta mengapresiasikannya. Menurut Shahnon Ahmad sebuah kata dipadukan, maka akan mendapat garis-garis besar tentang pengertian puisi yang sebenarnya. Unsur-unsur tersebut berupa emosi, imajinasi, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pembaca, kiasan dan perasaan yang bercampur baur menjadi sebuah rangkaian kata.
Untuk membuat sebuah puisi saja membutuhkan waktu dan suasana yang mendukung terutama harus mempunyai sebuah tema atau ide. Faktor tersebut harus ada dalam proses pembuatan sebuah puisi, karena untuk mencari tema dan ide itu sifatnya hanya sepintas terfikirkan. Pertanyaanya bagaimana menumbuhkan ide? Ide itu datangnya tiba-tiba, maka kita perlu menediakan catatan kecil, semisal buku harian atau catatan di hanphone pintar. Catatan-catatan yang datang tiba-tiba itu setelah ditulis ketika kita dalam keadaan yang tenang maka bisa digali terus menjadi sebuah puisi.

0 komentar: