Home » , , , » Cetak Fullcolour, Cerdas dan Gembira dengan Bermain

Cetak Fullcolour, Cerdas dan Gembira dengan Bermain

Kata Pengantar penulis

Saya rasa memang sudah diatur demikian oleh Allah. Di masa kanak-kanak hingga SD, saya bukan tipe anak yang mudah bergaul. Tidak ada teman yang ingin bermain dengan saya, meskipun juga tidak satupun yang membenci dan memusuhi saya. Kebanyakan anak tidak tertarik berteman dengan saya yang lebih suka duduk diam sendiri mengamati anak main atau sekedar memperhatikan burung terbang dan bayang-bayang benda hingga tertelan senja.

Entah kenapa saya juga tidak menyukai dunia anak-anak sejak saya sendiri anak-anak. Kadang saya suka bermain air dan pasir sendirian saja. Tapi saya jauh lebih suka membaca buku. Buku apa saja. Hanya demi saya dapat berteman dan mendapatkan pengalaman main, ibu saya sering menawarkan hadiah-hadiah agar saya mau keluar rumah dan bermain bersama teman-teman. Tapi saya tidak tertarik.

Saya rasa memang sudah diatur demikian oleh Allah. Saat remaja saya mulai memberanikan diri menjalin pertemanan dan menemukan manfaat berteman. Menjelang dewasa saya bukan hanya menyukai pertemanan, tapi saya terlibat aktif dalam organisasi, begitu antusias merencanakan dan memimpin event-event, mengunjungi banyak lingkungan baru, melakukan banyak aktifitas yang dapat menghasilkan karya dan pengalaman kerja.

Setiap saat saya merasa tidak pernah kenyang belajar dari banyak hal di luar rumah, selalu ingin berkreativitas dan mudah sekali merasa bosan.

Dan tanpa memiliki satupun pengalaman akademis di bidang pendidikan, Allah justru mengantarkan saya pada rasa baru saat mulai bekerja di lingkungan pendidikan anak usia dini. Rasa baru itu adalah rasa tertarik yang amat sangat pada anak-anak. Saya tertarik dengan dunia mereka. Saya ingin menjadi bagian dari pengalaman main mereka. Dan lebih dari itu semua, saya ingin mengulang masa kecil saya dan mengisinya dengan sebanyak-banyaknya permainan. Saya teramat rindu bermain. Saya menyayangkan mengapa dulu saya tidak tertarik bermain.

Saya rasa memang sudah diatur demikian oleh Allah. Saya tahu kehidupan tidak dapat diulang. Tapi saya rasa saya bisa memperbaiki itu. Saya mulai belajar banyak tentang anak-anak, tentang kehidupan mereka sehari-hari, tentang bagaimana mereka menjalin pertemanan, bagaimana mereka berkomunikasi, tentang permainan mereka dan dunia baru yang mereka hadirkan dalam setiap permainan serta remahan dan coretan penuh makna yang mereka tinggalkan.
Saya menekuninya. Berteman dengan anak-anak. Memfasilitasi permainan mereka.

Bermain dengan mereka. Mengamati aktifitas main mereka. Memotivasi mereka.

Mengevaluasi mereka. Lalu menulis tentang mereka. Saya ingin berbuat lebih untuk mereka. Saya mulai belajar lebih memahami mereka. Saya belajar bagaimana bersikap tepat pada mereka. Saya membaca buku-buku, mengikuti berbagai workshop dan seminar hingga kemudian saya menjadi trainer bagi para pendidik anak usia dini di beberapa kota.

Buku ini adalah representasi dari apa yang saya baca, apa yang saya lihat, apa yang saya dengar dan apa yang saya alami, saya amati, saya lakukan bersama anak-anak. Waktu saya bersama mereka mungkin tidak banyak. Tapi saya ingin waktu yang sebentar itu sangat berarti. Untuk lebih banyak anak lagi. Dengan buku ini saya berharap pada diri saya, para orangtua, para pendidik anak usia dini, semua orang yang rindu kembalinya masa kanak-kanaknya seperti saya, dan semua orang yang mencintai anak-anak, dapat lebih mengenal anak, dapat bersikap tepat untuk membantu membangun pengalaman main yang mereka perlukan untuk kehidupan anak yang lebih baik di masa dewasanya kelak.

0 komentar: