Home » » Ready To Sent: Buku Lucu & Bermakna

Ready To Sent: Buku Lucu & Bermakna


Judul Buku   : Lucu Dan Bermakna
Penerbit       : Mer-C Publishing Bekerja sama dengan Oase Pustaka Surakarta
Penulis         : Mahasiswa Kelas Kristen Protestan dan Katolik UMB Semester Ganjil 2014/2015
ISBN            : 978-602-1062-19-7

Stock di Penerbit ada 4 eksemplar.

Bagi yang berminat silahkan menghubungi kami melalui email mer.c.publishing@gmail.com. Harga Rp. 37.000.00 (gratis ongkos kirim untuk Jabodetabek)

Lucu &; Bermakna

Sebuah buku kumpulan kotbah yang dikenang umat. Disusun atas bimbingan Herulono Murtopo bersama dengan mahasiswa-mahasiswi kelas agama Kristen Protestan dan Katolik. Dibuat dalam format kado karena selain buku ini bisa menjadi kado bagi anda, juga menjadi kado untuk orang-orang yang anda cintai. Lucu, ringan, bermakna, sekaligus inspiratif baik untuk pengkotbah maupun mereka yang ingin memaknai kotbah-kotbah.


1. Loh, Saya Salah Apa?

Cerita ini saya dengar pada khotbah di ibadah gerakan pemuda di GPIB Paulus beberapa tahun yang lalu. Saya lupa nama tokohnya, tapi sebut saja Anto, Budi, dan Chandra.

Anto, Budi, dan Chandra dipanggil oleh penatua gereja. Penatua gereja kecewa dan marah kepada mereka bertiga.

Penatua : Anto, kamu dihukum membersihkan gereja selama 1 bulan   karena tertidur saat bermain organ pada ibadah pemuda kemarin!

Anto : Baik, maafkan saya pak :(

Penatua : Budi kamu juga dihukum, menggunting rumput di halaman gereja selama satu bulan, karena tertidur saat membawakan liturgi!

Budi : Iya pak, saya tidak akan mengulangi lagi :(

Penatua : Charles, kamu dihukum membersihkan ruang serbaguna, toilet dan halaman parkir. Selesai, bubar jalan!

Charles : Loh, saya salah apa pak? Saya kan tidak tertidur pada ibadah pemuda kemarin?!

Penatua : Kamu memang tidak tertidur, tapi orang orang yang mendengar khotbah kamu menjadi ketiduran, termasuk Anto, Budi, dan saya!


Yang bisa diambil dari cerita tersebut ialah orang yang berkhotbah atau memberitakan firman haruslah kreatif dan mempunyai cara tertentu agar pesan atau firman Tuhan tersebut dapat diterima dan dimengerti oleh orang orang yang mendengarkannya.

Karena banyak orang yang datang untuk mendengar firman tetapi tidak mengerti dan akhirnya tertidur dan pulang begitu saja. Berbeda bila pesan atau firman yang disampaikan dengan sedemikian rupa sehingga mudah dan dapat dimengerti, pasti orang orang yang mendengarkannya akan mudah untuk mengerti dan mengingatnya dan pulang dengan sukacita.

Diceritakan oleh Nickolas Josef



____________________________________

66. Doa Untuk Hamba Tuhan

Adalah seorang Hamba Tuhan yang sangat sibuk karena banyak job. Suatu ketika, saat dia sedang sibuk-sibuknya, datanglah seorang anak kecil dengan tampang yang sangat panik….
Lalu anak itu berkata, “hamba Tuhan, hamba Tuhan… tolonglah doakan sahabat saya!”
Hamba Tuhan menjawab, “tapi nak… bapak sedang sangat sibuk…”
“Tolong hamba Tuhan… sahabat saya sekarat!”
Mendengar kata sekarat sang hamba Tuhan berfikir bahwa ini urgent dan prioritas utama. Maka, dia mengikuti anak kecil tersebut ke rumahnya.

Sampai di sana, tak ada siapa-siapa. Hamba Tuhan bertanya, “nak… siapa yang sekarat?”
Lalu si anak menunjuk pada seekor anak anjing yang terkulai di samping pintu, “itu pak sahabat saya…”
Shock. Dengan ‘mangkel’ dan gusar hamba Tuhan kemudian meletakkan tangannya di atas kepala si anak anjing sambil berkata, “hai anak anjing, kalau kau mau sembuh, sembuhlah…. Kalau mau mati, matilah!
Dan hamba Tuhanpun pergi.
Seminggu berikutnya, anak anjing yang didoakan sembuh. Sebagai ungkapan terima kasih anak kecil itu mengantarkan buah-buahan ke rumah bapak hamba Tuhan.
Ternyata, hamba Tuhan sedang flu dan tidur-tiduran di ruang tamu. Melihat itu, si anak kemudian minta ijin, “bapak hamba Tuhan, bolehkah saya berdoa untuk bapak yang sedang sakit?”
“Oh, baik sekali kau nak…. Silahkan berdoa… terima kasih ya!”
Lalu anak itu menumpangkan tangannya di atas dahi sang hamba Tuhan. Doanya, “hai hamba Tuhan, kalau kau mau sembuh, sembuhlah! Kalau mau mati, matilah….”

Shock untuk ke dua kali…..

Apa yang kita ajarkan kepada anak-anak, itulah yang akan mereka tiru. Sering kali, kita harus berhati-hati bagaimana harus menyampaikan ajaran dengan baik dan benar. Anak-anak adalah lembaran putih yang akan menyimpan dan terbentuk dengan apa yang kita teladankan pada mereka. Anak kecil di sini bukan hanya menunjuk umur, tapi barang kali juga berkaitan dengan pengetahuan mereka. Maka, janganlah membuat mereka bingung hanya karena kita malas.

Dikotbahkan oleh Herulono Murtopo di Kapel Marsudirini
______________________________________

Sedikit Saja Pengantar…..

“Banyak sih pak, yang lucu-lucu…. Tapi saya lupa semua… hehehe…”
Nah, ini dia kelucuan pertama yang saya sajikan kepada anda. Salah satu teori kelucuan adalah ketika orang bisa menertawakan dirinya sendiri. Menertawakan kebodohannya. Hanya orang cerdas yang bisa menertawakan kebodohannya.
Tapi saya tertarik dengan kata-kata itu karena kejujurannya. Nyatanya, banyak juga sih yang  jujur semacam itu. Susah loh jadi orang jujur di jaman sekarang. Kali ini saya ingin mengompilasi sebuah kotbah yang lucu-lucu dari para mahasiswa yang beruntung karena belajar dengan saya. Hahaha…… beruntung atau malang yak? Beruntung deh… nyatanya mereka mengatakan kalau saya ini dosen favoritnya.
Saya ingin sedikit mengumpulkan mutiara-mutiara dalam  hidup mereka yang ingin mereka bagikan. Banyak sekali ternyata mutiara-mutiara yang bisa saya dapatkan dari mereka. Maka, kalau selama ini kita banyak belajar dari para guru dan para pemuka agama, kali ini saya ingin mengajak semuanya untuk kembali mendengarkan apa yang pernah mereka perdengarkan.
Para pengkotbah, berkotbah. Memperdengarkan kotbah. Jemaat dan umat mendengarnya. Dan sekarang, saya ingin para pengkotbah juga mendengarkan kembali, sejauh mana kotbah mereka selama ini berkesan bagi jemaatnya. Bahwa mungkin pesan-pesan lain yang sangat serius, sangat menggugah semangat, dan mungkin memang  menjadi berkat bagi jemaatnya, saya yakin ada. Tapi, sekedar  mendengarkan kelucuan yang diingat dan kemudian menjadi mutiara mereka kan bukan sesuatu yang salah untuk kita gali.
Nah, sekarang untuk anak-anakku… para mahasiswa yang sebagian usianya mungkin sudah lebih senior dibandingkan dosennya (tapi saya salut dengan mereka untuk terus belajar), jangan hanya lucunya yang diingat. Tapi juga pesannya. Saya berterima kasih kepada kalian atas kesediaan untuk berbagi. Sebagian besar tentu akan saya sampaikan yang kalian posting dalam forum diskusi minggu ke tiga perkuliahan kita yang kebetulan forum online pertama, sebagian lagi tentu saya ingin berbagi dengan cerita-cerita lucu dari saya yang semoga saja tetap memiliki makna. Maklumlah, selain sebagai dosen dengan kinerja terbaik versi PPBA, saya juga mendapatkan julukan sebagai dosen yang kocak versi mahasiswa. Hahahahaa…
Paling tidak, cerita-cerita ini menjadi kenangan dan kebanggaan bagi kita. Dalam sebuah cerita, ada sebuah cerita lain di baliknya. Dalam setiap cerita lucu yang teman-teman bagikan, ada kepercayaan dan kesediaan untuk membagi makna kehidupan yang mengesan dan kemudian kita bisa bertumbuh bersama secara rohani.
So…. Bagi anda yang selama ini merasa malas mendengarkan kotbah karena paling-paling akan lupa lagi…. Dengarkanlah cerita saya yang tidak lucu ini ….

Suatu ketika, ada seorang ibu yang mengambil air dari dalam sebuah danau.
Setiap kali mengambil, dia selalu memenuhi embernya. Tapi, begitu sampai di rumah, airnya selalu nyaris habis. “sia-sia!” demikian dia berfikir. Sia-sialah dia mengambil air dari danau dengan penuh.
Sembari merenungi apa yang dilakukannya selama ini, dia melihat sekelilingnya. Gersang semua.
Kecuali, sepanjang jalan yang dia lewati. Rumput, bunga, dan tanah yang subur. Rupanya, embernya bocor.
Meskipun dia merasa sia-sia karena tidak mendapatkan air sepenuh yang dia isikan, tapi dia bahagia karena tanpa sadar dia selalu menyirami bunga-bunga di jalan yang dia lewati.

Yahhh… Mungkin saja anda lupa dengan kotbah-kotbah yang anda dengarkan, atau anda merasa sia-sia telah berkotbah yang kemudian dilupakan,
tapi percayalah….
Selalu ada hati yang tersirami oleh percikan kotbah-kotbah anda. Meski itu kadang tidak anda sadari.


Amin…


0 komentar: