Home » , » Mengapa Mer-C Publishing?

Mengapa Mer-C Publishing?

Ah... kenapa mesti indie?

Jawabannya, ga mesti kok. Ga harus! Penerbitan indie adalah jalur alternatif. Sejauh menginginkan kepuasan tersendiri dan juga mau bekerja keras secara mandiri meskipun dalam tim, indie adalah jalur yang tepat.
Kalau memang mau menerbitkan mayor ya, monggo saja. Silahkan. Akan sangat membanggakan melalui penerbitan mayor. Meskipun ga jaminan juga sih. Tapi, menerbitkan mayor butuh beberapa kerja ekstra dan terutama kesabaran.

Yuk kita lihat kelebihan dan kekurangannya...

1.  Jumlah Cetakan 

Penerbit mayor : mencetak bukunya secara masal. Tentu saja akan disebarkan ke distributor di hampir seluruh Indonesia, kalau memang penerbitnya besar. Untuk penerbit mayor yang tidak terlalu besar, area distribusinya juga terbatas.

Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dll. Nah, di Mer-C Publishing ini, Jumlah cetaknya minimal 15 eksemplar. Ini untuk apa? untuk menjaga kwalitas cetakan. Bahwa satu buku juga bisa dicetak, iya. Tapi kan jatuhnya lebih mahal beayanya? Semakin banyak cetak buku, ongkos produksinya jadi lebih murah. Bagaimana kalau ga laku? kami akan membantu promosinya. Laku ga laku sama kok, semua punya resiko itu. Tapi saya yakin, di tangan penulisnya sendiri kemungkinan laku (minimal sebagai kenang-kenangan) lebih besar.

2.  Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

Penerbit mayor : harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

Penerbit indie : tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta—karya sendiri, tidak plagiat—serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, Namun, untuk penerbit Mer-C, kami punya cara untuk pernaskahan agar tidak kalah dengan mayor, diskusi secara teliti dan mendalam. Selain itu mengandalkan juga idealisme baik penulis maupun penerbit sebagai mitra kerja. Itulah sebabnya, penerbitan kami tidak instant.

3.  Profesionalitas

Penerbit mayor : tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

Penerbit indie : belum tentu profesional. Hahaha... ini kami akui. Tergantung paketnya. Semakin mahal biasanya di berbagai penerbitan indie, pengerjaan semakin profesional. Tapi ini juga belum tentu. Saya pernah membayar mahal dan ternyata tidak profesional. Justru belajar dari pengalaman itu, saya yang merasa masih bisa lebih baik (dengan basis seorang pengajar) ingin membuat paket penerbitan yang murah tapi juga profesional. Beberapa yang kami tawarkan sebagai bahan diskusi pernaskahan dan perbukuan adalah materi, tata bahasa, selera pasar, dan tentu saja unsur kebaruan sesuai dengan tujuan yang diarah oleh penulis.

4.  Waktu Penerbitan

Penerbit mayor : umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

Penerbit indie : Umumnya penerbit indie jauh lebih singkat waktunya. Ada yang seminggu jadi. Beneran. Saya pernah ngalami sendiri. Minta seminggu jadi dan memang jadi. Itu pengandaiannya saya memang percaya pada naskah saya dan pasti digunakan. Nah, untuk anda yang menginginkan seminggu jadi pada penerbitan Mer-C Publishing, tentu saja bisa juga. Tapi tanggung jawab di tangan pemintanya. Kami sebagai penerbit meminta kesempatan 1 bulan untuk bisa menyelesaikan seluruh proses penerbitan. Kecuali untuk berikutnya dalam proses cetak, kami akan mencetak dalam waktu kurang dari seminggu.

5.  Royalti

Penerbit mayor : kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

Penerbit indie : umumnya 15-20%  dari harga buku. Mer-C publishing tidak menentukan royalti dan tidak menggunakan sistem royalti. Seluruhnya adalah hak penulis untuk menentukan keuntungan penjualan buku sendiri. Juga bila penulis menitipkan penjualan pada penerbit buku yang sudah dicetak, keuntungan akan dipotong ongkos transfer.

6. Biaya penerbitan

Penerbit mayor : gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit. Apalagi untuk penulis pemula yang benar-benar belum pernah menuai prestasi atau mengukir namanya di kancah penghargaan penulisan, akan sulit untuk menembus approval mereka.

Penerbit indie : bayar. Mer-C Publishing menetapkan beaya penerbitan dasar sebesar Rp. 600.000,00. Ini sangat murah. Itu penulis sudah mendapatkan 18 eksemplar buku. Itu kalau ditotal harga per eksemplarnya Rp. 33.333,00. Bulatkanlah lebih mahal jadi Rp. 33.400,00!  Mahalkah harga ini? tidak. Untuk paket penerbitan, umumnya uang ratusan ribu hanya untuk satu eksemplar buku sebagai bukti terbit doang. Bahkan ada yang jutaan rupiah hanya untuk 10 buku.
Belum lagi, buku ke 19 beayanya menjadi Rp. 25.000,00. Murah banget bukan? Untuk yang ke 51, harganya menjadi Rp. 23.000,00. Demikian terus berkurang beaya cetaknya.
Kalau yang lain bisa membuat paket 0 rupiah kenapa Mer-C tidak? Yang jelas Mer-C publishing tidak mau merugikan baik penulisnya sendiri maupun pembeli bukunya. Kok bisa? Ya... mungkin anda bisa menebaknya sendiri lah. Kalau ga tahu tebakannya, tanya ke admin pribadi aja deh.

Akhirnya... Bagi yang ingin menerbitkan indie, punya naskah dan mau dipublish, silahkan. dengan senang hati kami membantu anda.
Yang jelas, meskipun kami tidak merugi, kami juga tidak mengambil keuntungan kok. Kami hanya ingin menyalurkan idealisme dunia penulisan, khususnya Indie. Kalaupun anda ingin dari Indie ke penerbitan Mayor, kami siap membantu anda!

0 komentar: